Trump Optimistis Kesepakatan AS-Iran Tercapai Pekan Depan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan terkait peluang kesepakatan dengan Iran.
SOSOK: Presiden Amerika Serikat Donald Trump - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran berpotensi tercapai dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya komunikasi antara kedua negara terkait berbagai isu yang masih menjadi pembahasan.

Saat diwawancarai ABC News, Trump mengisyaratkan bahwa perkembangan positif dalam proses negosiasi dapat terjadi dalam pekan depan.

"Saya rasa Anda berbicara soal pekan depan," kata Trump ketika ditanya mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran.

Menurut Trump, jalur diplomasi yang sedang ditempuh memiliki peluang menghasilkan hasil yang lebih menguntungkan dibandingkan penyelesaian melalui jalur militer. Meski demikian, ia mengakui proses negosiasi yang berlangsung tidak mudah mengingat kompleksitas hubungan kedua negara selama bertahun-tahun.

"Ini bukan hal yang mudah... Anda berbicara tentang negara yang sangat besar - mereka - negara yang sangat besar yang membuat kesepakatan. Sungguh, permusuhan yang luar biasa," ujarnya.

Trump menilai kesepakatan yang sedang dibahas bahkan dapat menjadi solusi yang lebih baik dibandingkan kemenangan dalam konflik bersenjata.

"Sungguh, itu bahkan mungkin lebih baik daripada sebuah kemenangan militer," katanya.

Di sisi lain, Iran belum memberikan sinyal bahwa kesepakatan sudah berada pada tahap final. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan komunikasi dan pertukaran pesan dengan Amerika Serikat masih terus berlangsung.

Melalui pernyataan yang disampaikan di Telegram pada Ahad (31/5/2026), Araghchi mengatakan berbagai pembahasan masih berjalan dan belum menghasilkan keputusan yang dapat dijadikan dasar penilaian.

"Pembahasan dan pertukaran pesan masih terus berlangsung. Sampai hasil yang jelas tercapai, tidak mungkin membuat penilaian apa pun. Semua yang sedang dikatakan saat ini hanyalah spekulasi dan tidak seharusnya dianggap serius," ujar Araghchi.

Sebelumnya, Trump diketahui telah menerima pengarahan intelijen terkait perkembangan isu Iran dan menyatakan akan mengambil keputusan akhir mengenai langkah yang akan ditempuh pemerintah AS. Namun sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa hingga kini belum terdapat kesepakatan final antara kedua pihak.

Laporan The New York Times juga menyebutkan bahwa pemerintahan Trump telah menyampaikan proposal baru kepada Teheran. Dalam proposal tersebut, Washington dikabarkan mengajukan sejumlah persyaratan yang lebih ketat sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri ketegangan antara kedua negara.

Perkembangan negosiasi AS-Iran saat ini menjadi perhatian pasar global karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, termasuk keamanan jalur perdagangan energi internasional. Karena itu, setiap sinyal kemajuan dalam pembicaraan diplomatik kedua negara terus dipantau oleh pelaku pasar dan komunitas internasional.

Sumber: Antara.com

Lebih baru Lebih lama